MAJALENGKA,GarisData.com – Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Komisi IV, Fajar Sidiq, S.I.P., menekankan pentingnya penguatan literasi dan ruang diskusi di kalangan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Hal itu disampaikannya usai pelantikan kepengurusan baru PC PMII Majalengka di Aula BKPSDM Majalengka pada hari Sabtu (13/12/2025).
Fajar yang juga menjabat sebagai Ketua PC IKA PMII Majalengka menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadi motor penggerak penguatan kapasitas intelektual kader.
“Pertama, saya selaku ketua IKA PMII mengucapkan selamat ke pengurus baru PC PMII dan juga rektor. Harapan kami, sebagaimana juga disampaikan Pak Wakil Bupati, salah satu kelemahan kita hari ini adalah lemahnya literasi aktivis. Ruang-ruang diskusi harus kembali dibangun,” ujar Fajar.

Menurutnya, PMII memiliki tradisi intelektual yang kuat, namun perlu terus direvitalisasi agar kader tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga tajam secara gagasan dan analisis.
Selain literasi, Fajar juga menyoroti minimnya kader PMII yang terjun ke dunia jurnalistik dalam beberapa waktu terakhir. Padahal, menurutnya, peran jurnalis sangat strategis dalam mengawal demokrasi dan pembangunan.
“Saya berharap betul lahir kader-kader PMII yang menjadi jurnalis. Di zaman saya dulu, menjadi jurnalis itu hampir menjadi keharusan bagi kader PMII. Sudah cukup lama kita tidak melihat kader PMII masuk ke dunia jurnalistik,” katanya.
Ia mendorong agar PMII kembali menggelar pelatihan-pelatihan jurnalistik dan literasi, yang selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Terkait proses kaderisasi, Fajar menilai secara kuantitas PMII saat ini justru mengalami peningkatan jumlah anggota. Namun, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.
“Secara kuantitas kita semakin bagus, kader semakin banyak. Tapi PR-nya juga banyak. Mahasiswa sekarang semakin beragam, dan PMII tidak boleh hanya fokus di fakultas-fakultas keagamaan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya perluasan kaderisasi PMII ke berbagai disiplin ilmu, seperti fakultas eksakta, teknik, ekonomi, hingga ilmu sosial dan politik.
“PMII harus hadir di fakultas-fakultas lain, di teknik, ekonomi, FISIP. Itu justru ruang strategis bagi sahabat-sahabat PMII untuk melakukan kaderisasi lintas keilmuan,” pungkasnya.
Fajar berharap, kepengurusan baru dapat menjawab tantangan tersebut dengan program yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat kontribusi PMII dalam pembangunan sumber daya manusia di Majalengka.***







