Rabu, April 8, 2026
Form Iklan
BerandaBeritaDaerahDugaan Penganiayaan di Tambang Ilegal, Satma AMPI Madina Desak Polisi Usut Tuntas
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Dugaan Penganiayaan di Tambang Ilegal, Satma AMPI Madina Desak Polisi Usut Tuntas

PANYABUNGAN, Garisdata.com – Sekretaris Jenderal Satma AMPI Mandailing Natal (Madina), Mulya Harisandi, mengkritik keras atas tewasnya seorang pria berinisial F (36), warga Desa Panyabungan Tonga, pada Rabu (8/4/2026). Korban diduga menjadi korban penganiayaan berat di kawasan tambang emas ilegal.

Jasad korban ditemukan di lokasi pengolahan limbah tambang (tong) yang berada di perbatasan Kecamatan Panyabungan Barat dan Hutabargot. Lokasi tersebut diduga milik seorang warga berinisial HE.

Kondisi korban dilaporkan cukup mengenaskan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala dan tangan. Hal ini menguatkan indikasi adanya tindakan kekerasan serius sebelum korban mengembuskan napas terakhir.

Mulya menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan kejahatan serius yang harus diusut hingga tuntas.
“Ini bukan sekadar dugaan main hakim sendiri, melainkan tindakan pembunuhan yang terjadi di lokasi yang memiliki pemilik. Tidak boleh ada pihak yang lepas tangan,” tegas Mulya kepada wartawan.

Ia meminta pihak kepolisian untuk memeriksa keterkaitan pemilik lokasi dalam insiden ini demi transparansi kasus.
“Jika benar lokasi itu milik HE, maka operasional di dalamnya harus dipertanggungjawabkan. Siapa yang bekerja dan siapa yang menguasai lahan tersebut harus dibuka seterang-terangnya,” ujarnya.

Selain itu, Mulya menyoroti adanya pembiaran terhadap aktivitas tambang dan pengolahan limbah ilegal yang terus beroperasi tanpa penindakan tegas hingga memakan korban jiwa. Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tebang pilih dalam melakukan penyidikan.

“Kami meminta aparat jangan hanya menangkap pelaku di lapangan. Bongkar semua aktor di baliknya. Siapa pun yang terlibat harus diperiksa, jangan ada yang kebal hukum,” tambahnya.
Menurutnya, penuntasan kasus ini secara transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hukum di Mandailing Natal.

“Ini ujian bagi aparat. Jika tidak tuntas, akan muncul persepsi bahwa hukum kalah oleh kepentingan tertentu. Itu sangat berbahaya bagi kondusivitas daerah,” pungkasnya. (Seri)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertise

spot_img
spot_img

spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img
spot_img

Most Popular

error: Content is protected !!