DNIKS Gelar “Gerak Tak Terbatas”, Luncurkan Buku Inspiratif Karya Penulis Difabel

0
30

JAKARTA,GarisData.com – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gerak Tak Terbatas: Bercerita Berdendang, Sahabat Inklusi 2026” pada Senin (16/2/2026) di Kebayoran Park Mall, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara komunitas difabel dan masyarakat luas untuk memperkuat inklusi sosial, sekaligus menjadi momentum peluncuran buku inspiratif berjudul “Terbatas Tapi Tak Pernah Dibatasi”.

Buku tersebut merupakan karya kolaboratif dari sepuluh penulis difabel, yaitu Grace Kurniadi, Isarotul Imamah, Aulia Nabila F.A.L.W, Iin Nurjanah, Andre Genta S., M. Rifki Asudais, Ristan Kenedi, Rani Fitria A., Yeni Endah, dan Ibnu Muzaki. Mereka berbagi pengalaman, perjuangan, dan harapan melalui tulisan dalam buku yang diluncurkan secara simbolis di hadapan tamu undangan, komunitas, dan pengunjung mall.

Ketua DNIKS Bidang Peningkatan Skills dan Pengembangan Profesi sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, RA Loretta Kartikasari (Dya Loretta), menyampaikan bahwa kreativitas dan potensi teman difabel sangat beragam dan memiliki nilai besar untuk dikembangkan. Melalui bidang yang dipimpinnya, DNIKS memberikan dukungan berupa pendampingan, akses partisipasi dengan dunia industri, serta fasilitasi program untuk menampilkan bakat mereka agar memiliki ruang yang setara untuk berkembang.

Ketua Umum DNIKS, Bapak Effendy Choiri, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung 22 program prioritas bagi penyandang disabilitas serta 6 program tambahan bagi perempuan dan anak. Program tersebut mencakup pendidikan inklusif, peningkatan keterampilan dan akses kerja, kewirausahaan, perlindungan sosial, serta penguatan peran keluarga dan komunitas. Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus memberi ruang bagi seluruh warga negara, dan inklusi sosial bukan hanya tentang fasilitas tetapi juga perubahan cara pandang masyarakat untuk melihat potensi, bukan sekadar keterbatasan.

Salah satu penulis yang hadir secara langsung, Iin Nurjanah, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam buku ini merupakan pencapaian yang tidak pernah ia bayangkan. Ia menulis bab mengenai keunikan di antara keterbatasan dan berharap karya ini dapat memotivasi teman difabel lainnya untuk menunjukkan kemampuan diri. Hal senada juga disampaikan oleh Rani Fitria A., yang berharap pengalaman yang dituangkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas.

Sebagai bagian dari kegiatan, DNIKS juga menghadirkan sesi edukatif “Mengenal Bahasa Isyarat” yang dipandu oleh Ibnu Muzaki dari komunitas Teman Tuli. Sesi ini memperkenalkan bahasa isyarat dasar dan mengajak peserta mempraktikkannya secara langsung.

Acara ditutup dengan penampilan musik “Berdendang dan Berisyarat”. Giant Jay membawakan lagu “Raksasa” bersama Teman Tuli yang menyampaikan pesan keberanian bermimpi, serta berkolaborasi dengan Risty Tagor dan Angsherly dalam lagu “Hidup Tanpa Kata” tentang pentingnya saling mendukung.

Melalui kegiatan ini, DNIKS menegaskan komitmen untuk terus membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas, diharapkan menjadi bagian dari gerakan membangun masyarakat yang menghargai keberagaman dan memberi kesempatan setara bagi setiap individu untuk berkembang sesuai potensinya.***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini