MAJALENGKA,Garisdata.com – Pemda Majalengka resmi melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan baru. Dalam prosesi tersebut, Asep Muhammad Jamaludin, SE dilantik sebagai Direktur Utama, sementara M. Arif Daryana A.P., M.Si selaku kepala dinas DK2UKM dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Majalengka.

Direktur Utama Bank Majalengka, Asep Muhammad Jamaludin, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan amanat untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Majalengka.

“Sesuai arahan Bupati, kinerja BUMD harus terus meningkat. Apalagi ke depan ada pengurangan dana transfer dari pusat pada APBD 2026, sehingga perusahaan daerah wajib meningkatkan laba dan kontribusi PAD,” ujar Asep.

Ia memaparkan, hingga tahun 2025 Bank Majalengka telah melayani sebanyak 33.700 nasabah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka melalui sembilan kantor cabang yang menjangkau kecamatan dan desa. Total dana masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp153,7 miliar, terdiri dari tabungan sebesar Rp89 miliar dan deposito Rp68 miliar.

Selain penghimpunan dana, Bank Majalengka juga telah menyalurkan kredit kepada 5.700 debitur dengan total outstanding credit mencapai Rp115 miliar.

Memasuki tahun 2026, Asep menegaskan fokus utama Bank Majalengka akan diarahkan pada penguatan kredit produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sejalan dengan kebijakan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang kemudahan akses pembiayaan UMKM.

“Kami akan lebih fokus pada kredit produktif dan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM di Majalengka,” jelasnya.

Selain itu, Bank Majalengka juga mengembangkan produk kredit tanpa agunan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, yakni Kredit PERAK (Pengembangan Ekonomi Kerakyatan) dan Kredit Gula Limoka (Guna Melawan Rentenir, Lintah Darat, dan Bank Emok). Kedua produk ini ditujukan bagi pelaku usaha super mikro, baik perorangan maupun kelompok, dengan suku bunga ringan.

Asep juga mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Bank Majalengka saat ini berada dalam kategori sehat, dengan tingkat likuiditas mencapai Rp65 miliar.

Terkait kontribusi PAD, Asep menjelaskan bahwa sesuai Permendagri Nomor 21 Tahun 2024, BPR milik pemerintah daerah wajib menyetorkan 55 persen dari laba bersih kepada kas daerah. Hingga akhir November 2025, Bank Majalengka telah membukukan laba Rp3,1 miliar dan diproyeksikan mencapai Rp3,5 miliar pada akhir Desember.

“Dengan capaian tersebut, setoran PAD tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar, meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp690 juta,” ungkapnya.

Ke depan, Asep optimistis sinergi manajemen baru akan semakin memperkuat peran Bank Majalengka dalam pengembangan UMKM dan peningkatan PAD daerah.

“Kami mohon doa dan dukungan agar Bank Majalengka terus berkembang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Majalengka,” pungkasnya.***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini