
MAJALENGKA, Garisdata.com – Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 13 Tahun melalui lomba mewarnai bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan yang mengusung tema “Ayo Menabung” diikuti oleh ratusan anak dari jenjang Kelompok Bermain (Kober) dan Taman Kanak-kanak (TK).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Umar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Panitia Harian Kabupaten Majalengka, jajaran Dinas Pendidikan, dan Bunda PAUD Kabupaten Majalengka. Ia mengapresiasi antusiasme peserta dan orang tua yang mendampingi anak-anak.
“Alhamdulillah, hari ini dengan ratusan peserta kita melaksanakan sosialisasi Wajar Dikdas 13 Tahun melalui kegiatan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak PAUD, baik Kober maupun TK. Orang tua juga sangat antusias mengantar anak-anaknya, dan kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Majalengka,” ujar Umar.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengembangkan kreativitas anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter sejak usia dini. Program Wajib Belajar 13 Tahun menjadi prioritas Dinas Pendidikan, yang mewajibkan anak usia 4, 5, dan 6 tahun mengakses layanan PAUD sebagai satu tahun pendidikan prasekolah dalam skema wajib belajar.
“Program ini terdiri dari satu tahun PAUD atau TK, enam tahun SD, tiga tahun SMP, dan tiga tahun SMA atau SMK. Dengan pola sosialisasi seperti ini, kami berharap pelaksanaan program akan lebih mudah dan tepat sasaran,” jelasnya.
Umar menegaskan bahwa keberhasilan program memerlukan dukungan semua pihak, mulai dari Bunda PAUD, PKK, pemerintah kecamatan dan desa, hingga tokoh masyarakat. “Ini bukan hanya tugas Dinas Pendidikan. Semua elemen harus bahu-membahu untuk menyukseskan Wajar Dikdas 13 Tahun di Kabupaten Majalengka,” tegasnya.
Saat ini, rata-rata lama sekolah masyarakat Majalengka berada di angka 7,81 tahun (setara kelas VIII SMP). Dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, pemerintah menargetkan peningkatan capaian pendidikan hingga 9 tahun. “Kita akan kejar ketertinggalan ini. Mudah-mudahan pada periode pemerintahan Bupati saat ini, sebelum berakhirnya RPJMD pertama, target rata-rata lama sekolah 9 tahun bisa tercapai, artinya masyarakat secara umum sudah lulus SMP,” pungkasnya.***





