Rabu, Maret 4, 2026
Form Iklan
BerandaBeritaDiduga Tak Sesuai Spesifikasi, Jalan Kabupaten di Mesuji Amblas dan Terbelah
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

Form Iklan
Form Iklan

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Jalan Kabupaten di Mesuji Amblas dan Terbelah

MESUJI, Garisdata.com – Kondisi infrastruktur jalan kabupaten di Desa Sidang Kurnia Agung, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, kini tengah menjadi sorotan tajam publik.

Sebuah ruas jalan rigid beton dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga amblas dan terbelah. Kerusakan ini diduga kuat akibat proses pembangunan yang tidak mengikuti standar spesifikasi teknis dari Direktorat Jenderal Bina Marga, terutama mengingat kondisi tanah setempat yang labil.

Kabar mengenai kerusakan infrastruktur vital ini mencuat setelah Kepala Desa Sidang Kurnia Agung, Budi Yanto, mengunggah dokumentasi visual melalui akun media sosial pribadinya pada Senin pagi (09/02/2026). Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas kondisi jalan beton yang terbelah memanjang dan mengalami penurunan level permukaan (settlement) yang signifikan. Budi Yanto secara khusus memberikan peringatan dini kepada warga dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut guna menghindari kecelakaan.

Dalam keterangannya, Budi Yanto menjelaskan bahwa curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor pemicu amblasnya jalan. Ia menunjukkan celah menganga yang memisahkan panel beton jalan yang kini posisinya sudah tidak presisi.

“Untuk semua masyarakat yang melintasi Jalan Sidang Kurnia Agung jalan kabupaten, hati-hatilah ini jalan amblas kondisinya karena intensitas hujan terlalu tinggi,” ujar Budi Yanto sembari menunjuk ke arah jalan yang terbelah.

Ia merinci bahwa penurunan permukaan jalan diperkirakan mencapai kedalaman kurang lebih 5 sentimeter, yang cukup berbahaya bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. “Jalannya amblas kurang lebih turun ada 5 cm. Jadi untuk pengguna jalan yang lewat berhati-hati, pelan-pelan karena jalan sudah bergeser,” tambahnya.

Reaksi Keras Warganet: Dari Ketakutan hingga Dugaan Korupsi Spesifikasi

Unggahan tersebut sontak memancing reaksi beragam dari masyarakat di jagat maya. Kolom komentar dipenuhi dengan ungkapan kekhawatiran akan keselamatan hingga kritik tajam terkait kualitas proyek.

Kengerian melihat kondisi fisik jalan tersebut diungkapkan oleh akun Anjani Intan Prayoga.

“Jalan ini tepatnya di mana ya, kok ngeri ya,” tulisnya, menggambarkan keresahan pengguna jalan terhadap potensi bahaya yang mengintai.

Hal senada dikonfirmasi oleh akun Mamathreputri yang menyoroti visual kerusakan fatal pada struktur jalan dengan komentar singkat namun tegas, “Jalan nya belah.”

Namun, sorotan publik tidak berhenti pada aspek keselamatan semata. Diskursus netizen bergerak lebih jauh menyoroti dugaan penyimpangan spesifikasi teknis. Akun Rudi Hartono Hartono secara gamblang melontarkan dugaan hilangnya struktur tulangan besi yang seharusnya menjadi penguat utama beton.

“Cor tanpa besi begitulah PK lurah,” tulisnya, menyiratkan dugaan bahwa pengerjaan fisik tidak sesuai dengan standar konstruksi jalan raya (RAB).

Analisis Teknis Lapangan

Kerusakan infrastruktur di wilayah Rawajitu Utara yang didominasi oleh lahan rawa atau gambut sejatinya memerlukan penanganan teknis khusus. Secara visual, terbelahnya jalan secara memanjang (longitudinal crack) mengindikasikan potensi ketiadaan besi pengikat antar lempeng beton (tie bar).

Fungsi tie bar sangat krusial untuk menahan panel beton agar tidak bergerak secara horizontal. Pada medan ekstrem seperti gambut, beton tanpa penulangan yang sesuai spesifikasi Bina Marga akan sangat rentan patah dan bergeser ketika terjadi pergerakan atau penurunan tanah dasar (subgrade) akibat infiltrasi air hujan.

Pada kondisi tanah labil (soft soil) seperti gambut, penggunaan besi anyaman atau wiremesh dalam konstruksi jalan rigid beton dinilai juga sangat krusial. Wiremesh berfungsi meningkatkan kekuatan tarik (tensile strength) beton untuk mengantisipasi pergerakan atau penurunan tanah dasar (subgrade).

Tanpa adanya tulangan wiremesh yang memadai serta absennya tie bar, jalan beton akan kehilangan daya ikat antar-panel. Akibatnya, konstruksi menjadi sangat rentan patah, amblas, dan bergeser (sliding) begitu terjadi infiltrasi air hujan atau perubahan volume tanah, sebagaimana yang terjadi saat ini.

Hak Jawab dan Keberimbangan Berita

Demi memenuhi prinsip keberimbangan berita (cover both sides) serta hak jawab sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, redaksi Lensa Media memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan tanggapan.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi menunggu klarifikasi resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji terkait spesifikasi teknis proyek tersebut, pengawasan di lapangan, serta langkah penanganan darurat yang akan diambil. Klarifikasi ini sangat dinantikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, akurat, dan berimbang. (Red)

Form Iklan Form Iklan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

Hubungi Kami

spot_img
spot_img
spot_img

Most Popular

error: Content is protected !!