Tulang Bawang – Diduga oknum kepala sekolah TK Bratasena III, Kampung Bratasena Adiwarna, Kecamatan Dente teladas kabupaten tulang telah melakukan penyalah gunaan jabatan dan wewenang terindikasi terlibat tidak pidana korupsi dana bantuan operasional penyelengara (BOP) pada masa pandemi Covid -19.
Hasil tim investigasi Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Tulang Bawang Darsani mengatakan
“Pada saat kita melakukan pemantauan di sekolah TK Brtasena III bertemu dengan Yang mengatas namakan tokoh masyarakat setempat dia mengatakan sebagai beritaku
Iya pak benar saya tangung jawab apa informasi yang saya sampaikan, Pada Tahun 2020-2022 TK Brtasena III tutup total, anak saya juga sekolah disitu, Dan tidak ada kegiatan apapun dalam tiga tahun itu, Dan tidak ada yang belajar dari rumah, pokoknya anak saya pada saat itu totol tidak melakukan kegiatan belajar mengajar baik tatap muka atau sekolah dari rumah, Dan kami juga sangat berterimakasih kalau informasi dari kami selaku tokoh masyarakat bisa sampai ke pak Persiden Prabowo, karna TK itu menarik uang bulanan 60 ribu satu bulan per siswa.” Jelasnya
Dimasa pandemi Covid – 19 anggaran dana bantuan operasional sekolah TK Bratasena III
tahun 2020 Jumlah siswa 74. Total BOP 44.400.0000.
2021 dengan siswa 54 Total dana 32.400.000
2022.dengan siswa 62. Total dana 37.200.000.
Dengan total tiga selama tiga tahun sekolah daring, dana BOP yang di terima oleh Rosneli selaku kepala sekolah TK Bratasena III sebesar 114 000.000, (Seratus empat belas juta rupiah)
Ketua Tim Investigasi Gabungan Wartawan Indonesia GWI Kabupaten Tulangbawang Darsani meminta kepada Dinas Pendidikan dan Inspektorat kabupaten tulang bawang agar dapat Audit Dana BOP di TK Bratasena III diduga kuat dana tersebut banyak dipergunakan untuk kepentingan pribadi.
Ketua Tim Investigasi Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Darsani juga meminta agar kakus tersebut bisa benar – benar bisa dilakukan penyelidikan mendalam secara profesional sesuai tugas dan fungsi dengan ketentuan dan undang-undang bahwa pejabat negara harus bisa memberikan rasa keadilan bagi rakyat di seluruh Indonesia.
(Darsani/Red)




