Berdasarkan investigasi tim Garisdata.com di lapangan pada Senin (02/03/2026), gudang tersebut disinyalir telah beroperasi selama bertahun-tahun. Pantauan langsung tim mendapati aktivitas mencurigakan berupa beberapa mobil pick up yang keluar masuk mengangkut tabung gas elpiji.
Lebih mengejutkan, gudang tersebut diduga dijaga oleh oknum berambut cepak dan berpakaian loreng. Pengamatan tim pada pukul 17:55 WIB memperkuat dugaan adanya keterlibatan oknum dalam pengawalan aktivitas ilegal tersebut.

Seorang warga sekitar yang identitasnya enggan disebutkan membenarkan adanya aktivitas tersebut.
“Sepengetahuan saya sih sudah lama Gudang Gas Elpiji ini pak, karna selalu keluar masuk mobil yang mengangkut gas elpiji,” ujar warga tersebut Senin,(02/03/2026).
Tim Garisdata.com yang melakukan pengawasan lanjutan berhasil memastikan bahwa gudang tersebut digunakan untuk mengoplos gas subsidi. Modus yang digunakan adalah memindahkan isi gas dari tabung 3 KG ke tabung pink ukuran 50 KG menggunakan selang panjang.
Warga sekitar mengaku pernah melaporkan gudang ilegal ini kepada pihak Polres Asahan. Namun, ironisnya, laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti, sehingga gudang mafia gas ini terus beroperasi tanpa rasa takut.
Masyarakat meminta Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan, segera mengambil tindakan tegas. Masyarakat berharap Kapolda dapat menangkap pemilik gudang dan komplotan mafia gas yang telah merugikan negara dan menyengsarakan warga.
Menanggapi laporan tersebut, tim Garisdata.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Fery Walintukan, pada Selasa (03/03/2026) pukul 14:35 WIB.
Melalui sambungan seluler, Kombes Pol Fery Walintukan memberikan respon positif.
“Terima kasih atas informasinya. Hal ini akan langsung saya sampaikan kepada Dir Krimsus Polda Sumut agar segera ditindaklanjuti. Dan akan kita tindak tegas,” kata Kombes Pol Fery Walintukan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap janji penindakan dari Polda Sumut dapat segera terealisasi untuk memberantas mafia migas yang merajalela di Asahan.
(SN)





