MAJALENGKAGarisData.com – Upaya menjaga keberlanjutan usaha mikro berbasis kearifan lokal terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Mahasiswa Politeknik SCI melaksanakan kegiatan PKM berupa pendampingan UMKM kipas atau hihid tradisional di Desa Kumbung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian usaha tradisional di tengah perubahan zaman.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya arus modernisasi yang berdampak pada menurunnya minat masyarakat terhadap produk kerajinan tradisional. Produk modern yang lebih praktis dan masif di pasaran membuat keberadaan UMKM tradisional semakin terpinggirkan. Padahal, usaha tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat desa.

Salah satu UMKM yang masih bertahan adalah usaha kipas atau hihid tradisional milik Bu Rumini, yang telah berdiri sejak sekitar tahun 1970.

Hingga kini, proses produksi masih dilakukan secara manual menggunakan teknik anyaman tradisional. Dalam menjalankan usahanya, Bu Rumini tidak memiliki karyawan dan hanya dibantu oleh ibunya. Seluruh proses produksi dikerjakan dengan ketelitian tinggi, mulai dari pemilihan bahan baku, penganyaman, pembentukan kipas, hingga pengecekan kualitas.

Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa Politeknik SCI bertujuan untuk memahami secara langsung proses produksi UMKM tradisional, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta memberikan pendampingan awal sebagai upaya menjaga keberlanjutan usaha di tengah perubahan kebutuhan pasar.

Kegiatan PKM dilaksanakan di Desa Kumbung pada 26 Desember 2025, dengan skema Pengabdian kepada Masyarakat berbasis pendampingan UMKM. Program ini mengusung nama kegiatan Pendampingan dan Penguatan UMKM Kerajinan Kipas Hihid Desa Kumbung, dengan fokus pada pendampingan usaha tradisional melalui identifikasi proses produksi, sistem pemasaran, serta tantangan keberlanjutan UMKM.

Tim PKM yang di dampingi oleh dosen MUHAMMAD KHOIRUL UMAM, M.M dengan melibatkan mahasiswa Politeknik SCI Prodi Bisnis Digitan dan Pembangunan Pedesaan Ekonomi Masyarakat  sebagai anggota tim. Adapun mitra kegiatan adalah UMKM Kipas atau Hihid milik Bu Rumini sebagai pelaku usaha sekaligus penjaga kerajinan tradisional Desa Kumbung.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi kunjungan lapangan, wawancara, observasi proses produksi, serta diskusi terkait kendala usaha. Mahasiswa menyaksikan secara langsung proses pembuatan kipas hihid yang seluruhnya dilakukan dengan tangan tanpa bantuan mesin, mencerminkan keterampilan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam aspek pemasaran, hasil produksi kipas hihid dijual melalui sistem bandar. Bandar utama berasal dari wilayah Majalengka dengan harga jual Rp1.500 per kipas atau Rp13.000 per losin. Selain itu, terdapat bandar dari luar daerah seperti Cianjur yang menjual kembali kipas hihid dengan harga sekitar Rp2.000 per buah. Sistem ini dinilai memudahkan pelaku usaha karena tidak perlu menjual langsung ke konsumen.

Ketua tim PKM yaitu SYAHRUL menyampaikan bahwa UMKM tradisional memiliki peran penting yang perlu dijaga. “UMKM seperti kipas hihid tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menyimpan nilai budaya. Melalui pendampingan ini, kami berharap usaha tradisional tetap bertahan dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Bu Rumini menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan dosen memberikan semangat baru untuk terus mempertahankan usaha yang telah menjadi sumber penghidupan keluarga selama puluhan tahun.

Dampak dari kegiatan PKM ini mulai dirasakan melalui meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan UMKM tradisional di Desa Kumbung. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami realitas usaha kecil berbasis kearifan lokal.

Ke depan, tim PKM Politeknik SCI berharap kegiatan ini dapat berlanjut melalui pendampingan berkelanjutan, khususnya dalam membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan pemasaran dan regenerasi usaha. Dengan dukungan tersebut, UMKM kipas hihid Desa Kumbung diharapkan tetap bertahan sebagai sumber penghidupan sekaligus warisan budaya yang bernilai.***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini