MAJALENGKA,GarisData.com  – Setiap pagi, aroma aci yang dijemur di bawah terik matahari menjadi pemandangan akrab di salah satu sudut Desa Kumbung. Dari halaman rumah sederhana itulah, Ibu Fatimah memulai usahanya membuat ciping, camilan tradisional yang telah menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya selama hampir satu dekade. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa Politeknik SCI hadir mendampingi usaha kecil ini agar terus bertumbuh dan memiliki daya saing yang lebih luas.

Kegiatan PKM ini dilatarbelakangi oleh kondisi banyak UMKM desa yang memiliki produk berkualitas, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pengembangan usaha. Masalah seperti kemasan yang sederhana, pemasaran yang terbatas, serta minimnya pendampingan usaha masih menjadi tantangan utama. Padahal, UMKM berperan penting sebagai penggerak ekonomi lokal dan penopang kesejahteraan masyarakat desa.

Usaha ciping milik Ibu Fatimah telah dirintis sejak tahun 2015. Awalnya, usaha ini hanya bertujuan untuk menyediakan camilan bagi keluarga dan tetangga sekitar. Namun, cita rasa ciping yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat produknya semakin dikenal. Permintaan pun terus bertambah, tidak hanya dari warga desa, tetapi juga dari warung-warung sekitar.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa Politeknik SCI melalui program PKM berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tujuan kegiatan ini tidak sekadar melakukan kunjungan, tetapi juga memahami secara langsung proses produksi, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang pengembangan yang dapat dilakukan ke depan.

Kegiatan PKM dilaksanakan di Desa Kumbung pada 26 Desember 2025, dengan skema Pengabdian kepada Masyarakat berbasis pendampingan UMKM. Program ini mengusung nama kegiatan “Pendampingan dan Penguatan UMKM Ciping Desa Kumbung”, dengan fokus kegiatan pada pendampingan usaha lokal melalui pengamatan proses produksi, identifikasi kendala pemasaran, serta peluang pengembangan kemasan dan pemasaran produk.

Tim PKM yang didampingi oleh Khoirul Umam, M.M. sebagai dosen pembimbing desa kumbung, dengan melibatkan mahasiswa Politeknik SCI prodi Bisnis Digital (BD) dan Pembangunan Pedesaan Ekonomi Masyarakat(PPEM) sebagai anggota tim. Mitra kegiatan adalah UMKM Ciping milik Ibu Fatimah serta masyarakat Desa Kumbung, yang berperan aktif dalam memberikan informasi dan membuka ruang diskusi selama kegiatan berlangsung.

Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi kunjungan lapangan, wawancara mendalam, observasi proses produksi, serta pendampingan awal usaha. Mahasiswa menyaksikan langsung proses pembuatan ciping yang masih menggunakan alat-alat tradisional. Bahan baku berupa aci dan emping dijemur di bawah sinar matahari selama maksimal dua hari hingga benar benar kering, kemudian digoreng menggunakan minyak panas.

Produksi ciping dilakukan tiga hingga empat kali dalam seminggu, menyesuaikan dengan permintaan pasar. Dalam satu minggu, usaha ini mampu menghasilkan sekitar 10 hingga 15 kilogram ciping. Menariknya, proses produksi juga melibatkan dua orang tetangga sekitar, sehingga usaha ini turut membuka peluang kerja dan menambah penghasilan warga desa.

Meski demikian, Ibu Fatimah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan. Pemasaran produk masih mengandalkan penjualan ke warung sekitar dan pembeli yang datang langsung ke rumah. Kemasan produk pun masih sederhana dan belum mampu menarik konsumen yang lebih luas. Selain itu, promosi belum memanfaatkan media digital karena keterbatasan akses dan pengetahuan.

Dosen pembimbing PKM desa kumbung, Muhammad Khoirul Umam, M.M., menilai bahwa UMKM seperti usaha ciping ini memiliki potensi besar untuk berkembang. “Produk UMKM desa sebenarnya sudah sangat baik dari segi rasa dan kualitas. Tantangannya ada pada kemasan dan pemasaran. Melalui pendampingan ini, kami ingin membuka wawasan pelaku usaha agar produknya bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.

Ibu Fatimah menyambut baik kehadiran mahasiswa dan dosen dalam kegiatan PKM ini. Selama ini, seluruh modal usaha berasal dari tabungan pribadi dan belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun lembaga keuangan. Ia berharap ke depan dapat memperoleh pelatihan lanjutan, terutama terkait kemasan produk dan pemasaran online.

Dampak kegiatan PKM ini mulai dirasakan dengan meningkatnya kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya inovasi dan pengembangan usaha. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan masukan, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi pelaku usaha untuk terus bertahan dan berkembang.

Ke depan, tim PKM Politeknik SCI berharap pendampingan ini dapat berlanjut secara berkelanjutan. Pelatihan kemasan, branding sederhana, dan pemasaran digital diharapkan mampu menjadi langkah nyata agar UMKM ciping Desa Kumbung tumbuh menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini