MAJALENGKA,GarisData.com — Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Silaturahmi Keluarga Besar Sekretariat Daerah (Setda) sebagai ajang kebersamaan sekaligus refleksi kinerja pemerintahan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman, bersama jajaran aparatur Setda.

Dalam keterangannya, Bupati Eman menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi dilaksanakan secara sederhana dan tidak bersifat seremonial berlebihan. Menurutnya, kegiatan ini lebih difokuskan pada kebersamaan internal dan evaluasi kerja pemerintahan.

“Tidak ada apa-apa yang berlebihan. Kita lakukan di kantor saja, tidak di luar. Intinya silaturahmi, refleksi, dan evaluasi,” ujar Eman.

Bupati menjelaskan, pelaksanaan kegiatan di lingkungan kantor juga sejalan dengan kebijakan kerja aparatur sipil negara. Ia menilai bahwa kondisi Majalengka yang relatif tidak mengalami kemacetan membuat kebijakan Work From Anywhere (WFA) tidak terlalu relevan untuk diterapkan secara luas.

“Kalau tidak menimbulkan kemacetan, lebih baik ada kegiatan seperti ini. Kita manfaatkan untuk refleksi bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eman menyampaikan bahwa silaturahmi keluarga besar Setda ini menjadi momentum untuk melakukan muhasabah dan evaluasi program kerja tahun 2025. Seluruh capaian, kekurangan, serta kelebihan kinerja perangkat daerah dibahas sebagai bahan perbaikan dan penguatan program di tahun 2026.

“Program kerja tahun kemarin kita evaluasi bersama, apa yang kurang, apa yang sudah baik, dan apa yang harus dilakukan ke depan,” katanya.

Terkait agenda akhir tahun, Bupati Eman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak akan menggelar perayaan yang bersifat euforia seperti pesta kembang api atau hiburan besar sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Sebaliknya, kegiatan akhir tahun akan diarahkan pada aktivitas yang lebih religius dan bernilai positif bagi masyarakat.

“Nanti akan ada pengajian akbar, doa bersama, mengajak masyarakat ke arah yang lebih positif dan religius,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui pendekatan reflektif dan religius tersebut, visi dan arah pembangunan daerah dapat terus dijalankan secara konsisten dan bermakna, sejalan dengan rencana pembangunan daerah yang telah ditetapkan.***

IKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini