... ...
Jumat, Januari 16, 2026
IKLAN ADA DISINIspot_img
BerandaBeritaBanjir Berlalu, Luka Kemanusiaan Masih Terasa di Mandailing Natal Akibat Harga Sembako...
CSS Marquee Effect Example

SELAMAT DATANG DI WEBSITE BERITA GARISDATA.COM IKUTI KAMI UNTUK MENGETAHUI PERKEMBANGAN BERITA DAERAH ANDA

spot_img

Banjir Berlalu, Luka Kemanusiaan Masih Terasa di Mandailing Natal Akibat Harga Sembako Belum Stabil

Garisdata.com l Mandailing Natal — Setelah banjir besar surut, kehidupan warga Mandailing Natal belum sepenuhnya pulih. Di balik berita tentang air yang kembali ke alur sungai, tersisa kisah-kisah kemanusiaan yang hingga kini masih dirasakan masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Salah seorang masyarakat Batang Natal yang bergerak di bidang sembako H.S menyampaikan hal ini kepada awak media, Sabtu (13/12/2025) “sampai saat ini kondisi harga sembako juga belum stabil, begitu juga dengan harga BBM sehingga kami para penyedia barang sembako sampai saat ini masih merasa repot dan harus menaikkan harga sembako tersebut sehingga mengakibatkan masyarakat tetap merasakan dampak banjir kemaren,” ujar H.S

Apalagi di daerah ruas jalan Provinsi Jembatan merah – Simpang Gambir banyak titik nya yang rusak sehingga kami harus mengurangi kapasitas muatan dan harus menambah biaya bongkar muat . Jadi kami berharap pihak pemerintah agar secepat nya bisa mengerjakan nya untuk mengatasi hal ini karena kami perhatikan sampai saat ini belum ada penanganan yang serius dari pihak PUPR Provinsi dalam menanggulangi kerusakan di maksut, tambah nya.

Kerusakan jalan lintas provinsi di kawasan Jembatan Merah–Simpang Gambir menjadi salah satu luka yang belum sembuh. Jalan yang rusak membuat distribusi bantuan dan kebutuhan pokok tersendat. Harga sembako naik, minyak goreng sulit didapat, dan beban hidup warga semakin berat.

Di rumah-rumah sederhana, para ibu harus memutar otak agar dapur tetap berasap. Mereka mengurangi porsi belanja, mengganti lauk, bahkan menunda kebutuhan lain demi mencukupi makan anak-anak.

“Sekarang serba mahal. Yang penting anak-anak tetap bisa makan,” ujar seorang ibu rumah tangga dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (13/12/2025).

Bagi anak-anak, dampak banjir tidak berhenti pada hari kejadian. Kenaikan harga pangan dan sulitnya akses jalan turut memengaruhi gizi dan aktivitas belajar mereka. Sebagian harus berjalan lebih jauh menuju sekolah, sebagian lainnya berangkat dengan bekal seadanya.

Pedagang kecil dan pekerja harian juga merasakan hal serupa. Pendapatan tidak menentu, sementara biaya hidup terus meningkat. Jalan rusak membuat usaha mereka berjalan terseok-seok, namun mereka tetap bertahan demi keluarga.

Di tengah kondisi tersebut, langkah Polres Mandailing Natal yang membatasi muatan kendaraan dipahami warga sebagai upaya keselamatan. Namun, masyarakat berharap langkah kemanusiaan yang lebih besar segera diambil melalui percepatan perbaikan jalan dan perhatian nyata dari pemerintah provinsi.

Warga Mandailing Natal tidak meminta kemewahan. Mereka hanya berharap akses jalan kembali layak, harga kebutuhan pokok stabil, dan kehidupan perlahan kembali normal. Bagi mereka, pemulihan pascabanjir adalah tentang kemanusiaan, bukan sekadar angka dan laporan.(M.SN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

spot_img
Example

PASANGKAN IKLAN ANDA

WA KAMI

spot_img
spot_img

Most Popular

Lihat Komentar