Tulangbawang – Fakta yang sangat mengejutkan hingga menjadi sorotan tajam masyarakat dan publik, Kepala Puskesmas (Kapus) yang mengang peranan krusial sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas seluruh aktivitas dan pengelolaan unit pelayanan kesehatan. Sebagai pemimpin yang memberikan contoh nyata (role model) kepada bawahan dan masyarakat, tidak hanya sekadar memerintah dari balik meja.
Sutrisno, S.Kep., Ners, yang menjabat selaku Kepala Puskesmas (Kapus) Boga Tama, Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulangbawang, Justru diduga telah memberikan pemandangan yang tidak mencerminkan seorang pemimpin yang jujur, teladan dan transparan,
“Masyarakat menilai pengunaan anggaran puskesmas Boga Tama seperti Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota menghabiskan anggaran sebesar Rp.337.950.000, (tiga ratus tiga puluh tuju juta, sembilan ratus lima puluh ribu rupiah).,Belanja Jasa Tenaga Kesehatan sebesar Rp.112.113.000 ( seratus dua belas juta seratus tiga belas ribu rupiah)., Belanja Makanan dan Minuman pada Fasilitas Pelayanan Urusan Kesehatan sebesar Rp.110.892.000 ( seratus sepuluh juta delapan ratus sembilan puluh dua ribu rupiah) Belanja Barang dan Jasa BLUD sebesar Rp 327.300.000,( tiga ratus dua puluh tuju juta, tiga ratus ribu rupiah,) Masyarakat menduga anggaran tersebut diatas kuat dugaan bukan untuk meningkatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, melainkan banyak dipergunakan untuk kepentingan pribadi,
Besarnya anggaran serta item kegiatan tahun 2025 Puskesmas Boga Tama Kecamatan Penawar Tama Kabupaten Tulangbawang sebagai berikut.,
1. Belanja Modal Peralatan dan Mesin BLUD 25.000.000
2 Belanja Barang dan Jasa BLUD 327.300.000
3 Belanja Alat/Bahan Untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak 430.000
4 Belanja Makanan dan Minuman Rapat 31.680.000
5 Belanja Jasa Konversi/Langganan Simpus 8.960.000
6 Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan 2.400.00
7. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 337.950.000
8. Belanja Jasa Tenaga Kesehatan 112.113.000
9. Belanja Makanan dan Minuman pada Fasilitas Pelayanan Urusan Kesehatan 110.892.000
Untuk menanggapi dan menyikapi hal tersebut, Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Tulangbawang, yang melalui, Ketua time Investigasi Darsani, Meminta kepada Dinas Kesehatan kabupaten Tulangbawang agar bisa meningkatkan pengawasan terkait pengunaan dana BOX di Puskesmas Boga Tama, agar kedepan pengunaan dana BOX tidak lagi menjadi bajakan.
“Serta diminta kepada BPK perwakilan provinsi Lampung dan Inspektorat kabupaten Tulangbawang agar bisa melakukan Audit menyeluruh terkait pengunaan dana BOX selama Sutrisno, S.Kep., Ners. menjabat selaku kepala Puskesmas Boga Tama, Kecamatan Penawar Tama , Kabupaten Tulang Bawang,” Ujarnya
Sampai berita ini diterbitkan oknum kepala Puskesmas Boga Tama, tidak bisa dikonfirmasi, setiap kedatangan awak media selalu beralasan keluar tugas,
Kepala Puskesmas seharusnya disiplin kehadirannya, Karena ketidakhadiran yang sering dapat menimbulkan masalah dalam pelayanan. Serta harus bisa menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun): Menerapkan standar pelayanan prima 5S kepada pengunjung serta membangun keharmonisan di lingkungan kerja.
Kepala Puskesmas harus kompeten dalam merencanakan, melaksanakan, mengendalikan (P2), dan mengawasi (P3) seluruh kegiatan Puskesmas. Dan harus bisa memberikan contoh nyata dari pemimpin yang baik adalah kehadiran fisik dan dedikasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang berdampak positif, pada kinerja staf dan kepuasan masyarakat.,Bukan untuk mencari sensasi dan peluang mencari keuntungan yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi.
Berita ini akan diterbitkan secara bergulir sampai APH menuntaskan kasus ini sampai tuntas. (Darsani/Red)






