Garisdata.com | Mandailing Natalβ Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, memberikan sambutan hangat atas kehadiran AKBP Bagus Priandy sebagai Kapolres Madina yang baru. APRI menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinan beliau, persoalan pertambangan rakyat di “Bumi Gordang Sambilan” dapat segera menemukan solusi konkret.
Ketua APRI Madina, Onggara Lubis, menyampaikan bahwa rekam jejak Kapolres baru ini menjadi angin segar bagi penegakan hukum dan penataan sektor pertambangan di wilayah tersebut.
“Pengalaman luas beliau sangat relevan untuk diterapkan di Madina. AKBP Bagus Priandy bukan sosok asing dalam dunia penegakan hukum berisiko tinggi. Sebagai lulusan Akpol 2007 dan mantan penyidik KPK, beliau dikenal tegas dan konsisten. Kami optimis integritas beliau mampu memberikan solusi terbaik bagi masalah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI),” ujar Onggara kepada media, Jumat (09/01/2026).
Onggara menjelaskan bahwa saat ini Madina masih menghadapi kendala administratif terkait belum terbitnya penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang riil dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat aktivitas pertambangan masyarakat berada di zona abu-abu.
“Kami sangat menantikan peran aktif Kapolres baru dalam memfasilitasi solusi tambang emas ini. Kami berharap Pak Kapolres dapat berkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah Madina, mengingat saat ini sudah ada usulan WPR baru untuk beberapa titik,” tambahnya.
Lebih lanjut, APRI Madina menekankan bahwa legalitas tambang rakyat sangat krusial. Jika dikelola dengan regulasi yang tepat, tambang rakyat tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan bagi Madina.
“Dalam waktu dekat, kami akan berupaya melakukan audiensi dengan Kapolres untuk menyampaikan aspirasi para penambang rakyat secara langsung,” tutup Onggara.





